Selasa, 21 Mei 2019

Menggali Pesona Kota Tua dan Pasar Rempah di Dubai Lewat Walking Tour

Posted by Agus on Mei 21, 2019 with No comments

Dubai tak selalu soal gedung tinggi dan kota yang gemerlap. Petualangan kami berlanjut dengan walking tour menyusuri Old Dubai. Menengok kota ini bermula ratusan tahun lalu.

Dubai Creek Harbour dulu menjadi urat nadi perekonomian Dubai. Masyarakatnya hidup dengan menjadi nelayan atau penyelam mutiara. Sebelum minyak ditemukan, daerah ini bukanlah wilayah yang kaya raya.

Farida, guide kami dari Frying Pan Adventures sore itu mengajak menyusuri lorong-lorong Old Dubai yang penuh cerita. Melihat Dubai dari sisi lain dari yang selama ini sudah kami saksikan.

Dia juga mengajak menyinggahi berbagai kedai makanan yang ramai dikunjungi warga lokal. Di sebuah sudut pasar, kami berhenti di sebuah kedai yang ramai. Mencicipi segelas chai dan Naan yang biasanya dimakan para pekerja. Harganya murah.

Teh yang dicampur susu hanya 1,5 Dirham atau sekitar Rp 6.000. Sedangkan Naan yang diisi potongan telur dan daging, harganya 3,5 Dirham, atau Rp 14.000. Bandingkan dengan makan di kafe mentereng yang bisa 10 kali lipatnya.

"Jangan lupa, di Old Dubai yang tinggal di sini adalah kaum pekerja dan kelas menengah ke bawah. Menghabiskan 1 Dirham untuk segelas teh pun berat untuk mereka," kata Farida.

Farida kemudian mengajak kami blusukan ke pasar rempah. Di sini pasar dinamakan Souk. Aneka rempah tersedia di sini, menunjukkan betapa kaya cita rasa makanan di Dubai.

Kemudian kami menyeberang dengan menggunakan abra, atau kapal kayu khas Dubai. Menyeberang gratis, tapi jika ingin membooking satu kapal, tarifnya sekitar 25 Dirham, atau Rp 100.000. Cara inilah yang dulu digunakan warga Dubai untuk menyeberang, sebelum jembatan Al Maktoum dibuka tahun 1963.

Perjalanan selanjutnya menyusuri wilayah yang banyak dihuni warga India. Di sini Farida memperlihatkan sebuah kuil Hindu yang dibangun tepat bersebelahan dengan masjid.

"Toleransi di Dubai sangat tinggi," kata dia.

Perjalanan kami diakhiri dengan makan malam di sebuah Restoran Iran yang menjual kebab. Pengunjungnya berasal dari seluruh dunia. Rasanya, hmmm sedap. Apalagi dicampur nasi. Maklum orang Indonesia.

Tak terasa berakhir juga perjalanan selama 4,5 jam menyusuri Old Dubai dengan walking tour ini. Farida memberi kami kenang-kenangan sebelum berpisah. Sampai jumpa lagi Old Dubai. Banyak pengalaman menarik malam ini. 

0 komentar:

Posting Komentar