Sabtu, 26 Oktober 2019

Devdan Show: Pagelaran Seni di Nusa Dua Bali yang Sarat Kebhinnekaan

Posted by Agus on Oktober 26, 2019 with No comments
Source: imgur.com

Saya yakin semua masyarakat Indonesia telah bersepakat bahwa konsep Bhinneka Tunggal Ika harus dijunjung tinggi. Adalah sebuah konsep yang menjunjung tinggi persatuan meskipun banyak perbedaan, itulah Kebhinnekaan. Saya pernah melakukan riset sosiologi, tentang keberagaman, dan sangat sejuk sekali melihat perbedaan namun tak menghalangi keharmonisan.
Di Bali, kita akan mendapati Bhinneka itu benar-benar kental terasa, akan tetapi mereka baik-baik saja. Tetaplah membaca, jangan buru-buru berpaling, akan kuajak kalian menghayati apa itu keragaman.
Mari berkunjung ke Nusa Dua, Bali. Tepatnya di Kompleks Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Di sana ada pagelaran seni, Devdan Show pagelaran itu disebut. Pagelaran tersebut mengangkat tema “Treasur of the Archipelago” atau harta karun nusantara. Tema itu merefleksikan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ratusan suku, namun tetap bernaung di bawah Merah Putih.
Ditinjau dari aspek kebahasaan, Devdan diambil dari dua akar kata Bahasa Sansekerta, yaitu Deva dan Dhana. Gabungan dari dua akar kata itu menjadi Devdan, yang artinya ‘anugerah Tuhan’. Anugerah Tuhan yang dimaksud, secara lebih spesifik ialah kekayaan negeri ini, mulai dari alam, bahasa, suku, budaya, dan lain-lain. Sepulang menyaksikan pagelaran, kita akan bangga sekali lahir dan dibesarkan di Indonesia.
Ruangan teater Devdan Show dibagi menjadi empat kelas: Kelas A, Kelas B, Kelas C, dan VIP. Kita bisa memilih duduk di kelas manapun, asalkan kantong kita cukup. Tentu saja masing-masing kelas memiliki harga tiket yang berbeda-beda. Hehe

Pagelaran Dimulai

Cerita diawali dengan munculnya dua anak kecil, satu laki-laki dan satu perempuan yang tersesat di rimbunan hutan. Dalam perjalanan mereka, terlihat gunung yang menjulang. Kemudian dua anak itu mendaki gunung itu, dan di puncak mereka mendapati peti harta karun–berisikan benda-benda pusaka.
Pusaka pertama, Udeng–ikat kepala laki-laki masyarakat Bali. Pertunjukan yang sesungguhnya dimulai. Seketika, latar panggung berganti nuansa pedesaan pulau Bali. Muncullah para penari yang membawakan Tari Lesung, lengkap beserta alat penumbuk padi. Hingga pertujukan dari Bali ditutup dengan Tari Kecak yang mengkisahkan pertarungan Rama dengan Rahwana.
Membubrah kembali peti harta karun, dua anak kecil itu mendapati songket khas Sumatera. Seketika, panggung dipenuhi oleh para penari dengan baju adat Sumatera, lengkap dengan tenun songket. Pada adegan ini, kita akan disuguhi tari khas Aceh, apalagi kalau bukan Tari Saman yang sangat berkelas itu.
Pusata ketiga yang ditemukan ialah keris.  Seperti yang kita ketahui, keris merupakan benda pusaka masyarakat Jawa. Paggung berganti latar kembali, para penari membentuk formasi. Pertunjukan berikutnya adalah Tari Prajurit–sebuah tarian yang menyimbolkan kekuatan dan kegagahan prajurit Jawa. Setelah tarian itu selesai, panggung akan berputar. Di hadapan kita sekarang, latar Wayang Kulit siap dimainkan oleh para dalang.
Pagelaran terus berlanjut, benda pusaka berikutnya ialah terompet kerang–alat musik tradisional Kalimantan. Para pemeran siap memamerkan tarian Dayak. Begitu pula ketika benda pusaka terakhir ditemukan, yaitu koteka. Panggung siap menghentak penonton dengan tarian khas Papua.
Lengkap sudah seluruh rangkaian pagelaran. Semua pameran budaya itu berlangsung sekitar 90 menit. Sungguh pagelaran seni yang memukau dan berkelas. Pagelaran benar-benar menampilkan wajah Indonesia, yang beragam namun tetap satu.
Perlu dicatat, Devdan Show hanya diadakan empat kali dalam sepekan. Kita hanya bisa menyaksikannya pada hari Jumat, Sabtu, Senin, dan Rabu saja. Pertunjukan akan dimulai pada 19.30 Wita. Jadi pastikan kita kebagian tiket masuknya ya!
Ohh ya, selain tiket masuk pagelaran, jangan lupa tiket reservasi menginapnya. Jadi, bagi wisatawan yang tadinya belum sempat atau kelupaan, segera pesan. Anda tidak mau tidur beralaskan bumi, beratapkan langit, dan berselimut dingin kan? Heheh
Tapi anda tidak perlu khawatir, saat ini sudah ada aplikasi Pegipegi. Dengan aplikasi Pegipegi, anda bisa reservasi hotel di Nusa Dua Bali dengan mudah dan aman. Segala jenis penginapan bisa didapatkan melalui aplikasi Pegipegi. Apa yang anda cari? Hotel? Vila? Bungalow? Apartment? Semua ada.
Meski banyak jenis penginapan, dengan filter di aplikasi Pegipegi anda bisa mendapatkan penginapan sesuai dengan kebutuhan anda. Anda bisa mengatur filter berdasarkan bintang, fasilitas, rentan harga, hingga akomodasi.
Cobalah mengaktifkan filter PEYUK! PROMO. Dengan filter itu, anda akan memperoleh promo gila-gilaan dari Pegipegi. Bukan mustahil anda akan mendapatkan reservasi hotel murah di Nusa Dua Bali. Dan enaknya reservasi hotel di Pegipegi, banyak ragam pembayarannya. Anda bisa membayar melalui internet Banking, Mobile Banking, transfer ATM, atau via minimarket mitra Pegipegi.
Selamat berlibur ~
Categories: ,

0 komentar:

Posting Komentar